Rabu, 13 November 2013

Qadarullah Wa Ma Sya’a Fa’ala

          
       Semua bahkan setiap pertanyaan didunia ini, pastilah ada jawabnya bila kita selalu mendekatkan hati dan jiwa kita kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Bila Allah berkehendak, tidak ada yang tidak mungkin bagi-Nya. Allah Maha Mengetahui dan Maha Kuasa atas segala sesuatu. Insya Allah. Qadarullah wa ma sya’a fa’ala.

         Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda, “Seorang mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada mukmin yang lemah, masing-masing memiliki kebaikan. Bersemangatlah dalam mencapai sesuatu yang bermanfaat bagimu, minta tolonglah kepada Allah dan janganlah kamu lemah. Jika menimpamu satu perkara, janganlah kamu berkata, “Kalau aku lakukan ini, niscaya akan terjadi demikian dan demikian, tetapi ucapkanlah, “Qadarullah wa ma sya’a fa’ala”, karena ucapan (kalau atau berandai-andai) akan membuka amalan syaitan.” (HR. Muslim No. 2664).

Lembutlah Bagaimanapun Keadaannya



Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Wahai Aisyah sesungguhnya Allah Maha Lembut dan menyukai kelembutan dalam segala urusan.” (HR. Bukhari, dalam shahihnya dari Aisyah Radhiyallahu 'Anha).
“Wahai Aisyah, sesungguhnya Allah itu Maha Lembut dan menyukai kelembutan. Dan Dia memberi pada kelembutan itu sesuatu yang tidak diberikan-Nya pada sikap kasar, dan apa yang tidak diberikan-Nya pada yang lainnya.” (HR. Muslim).
“Sesungguhnya tidaklah kelemahlembutan itu ada pada sesuatu melainkan ia akan memperindahnya, dan tidaklah kelemah lembutan itu dicabut dari sesuatu melainkan akan memperburuknya.” (HR. Muslim, dalam shahihnya dari Aisyah Radhiyallahu 'Anha).
Jadi, tetap calm and soft saudariku meskipun mereka menghantam dan menghujammu dengan tatapan yang menampar dan kata-kata yang menusuk lagi menancap kedasar hati. Biarkan hilang, biarkan lepas. Relakan, Ikhlaskan. Kelak Allah pasti akan menggantikannya dengan yang lebih baik lagi. Tidaklah sesuatu yang tak pantas memiliki, akan memilikinya. Insya Allah.
Jangan bersedih, karena Allah selalu bersamamu. Bershabarlah, bersyukurlah. Engkau sangat berharga. Engkaulah perhiasan dunia. Bidadari Syurga dan dunia. Allah begitu mencintaimu saudariku. Menangislah hanya karena-Nya saja. Cukuplah Allah saja bagi kita. Allah segalanya. Innallaha 'ala Kulli Syai'in Qadiir.

Ku memohon dalam sujudku pada-Mu
Ampunkanlah segala dosa dalam diri
Ku percaya Engkau bisa meneguhkan
Pendirianku
keimananku

Engkau satu cinta yang slamanya aku cari
Tiada waktu kutinggalkan demi citaku kepada-Mu
Walau seribu rintangan kan menghadang dalam diri
Ku teguhkan hati ini
hanya pada-Mu kupasrahkan

Oh Tuhan selamatkanlah hamba ini
Dari segala fatamorgana dunia
Oh Tuhan jauhkanlah hamba ini
Dari hidup yang sia-sia
(Satu Cinta, Star5 Duo)

Selasa, 12 November 2013

Mari Berpuasa Tasu'a & 'Asyura




Alhamdulillah, segala puji milik Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam teruntuk Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, keluarga dan para sahabatnya.
Bulan Muharram merupakan salah satu dari empat bulan haram yang telah Allah muliakan. Secara khusus Allah melarang berbuat zalim (maksiat) pada bulan ini untuk menunjukkan kehormatannya. Allah Ta’ala berfirman,
فَلا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ
“Maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu.” (QS. Al-Taubah: 36).

Mengerjakan perbuatan zalim/maksiat pada bulan ini dosanya lebih besar daripada dikerjakan pada bulan-bulan selainnya. Sebaliknya, amal kebaikan yang dikerjakan di dalamnya juga dilebihkan pahalanya. Salah satu amal shalih yang dianjurkan oleh Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam untuk dikerjakan pada bulan ini ibadah shiyam. Beliau menganjurkan untuk memperbanyak puasa di dalamnya.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu berkata, Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam bersabda,

أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلَاةُ اللَّيْلِ
"Puasa yang paling utama sesudah puasa Ramadlan adalah puasa pada Syahrullah (bulan Allah) Muharram. Sedangkan shalat malam merupakan shalat yang paling utama sesudah shalat fardlu." (HR. Muslim, no. 1982).

Menurut Imam Al-Qaari berkata, bahwa secara zahir, maksudnya adalah seluruh hari-hari pada bulan muharram ini. Tetapi telah disebutkan dalam hadits shahih bahwa Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam tidak pernah sama sekali berpuasa sebulan penuh kecuali di Ramadhan. Maka hadits ini dipahami, dianjurkan untuk memperbanyak puasa pada bulan Muharram bukan seluruhnya.

Puasa ‘Asyura
Secara umum dianjurkan untuk memperbanyak puasa pada bulan Muharram ini; baik di awalnya, pertengahannya, ataupun di akhirnya. Namun ada satu yang berpuasa padanya mendapat perhatian lebih dari syariat, yakni pada hari kesepuluhnya yang dikenal dengan yaum ‘Asyura. Berpuasa pada hari tersebut bisa menghapuskan dosa setahun yang lalu.

Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam bersabda,
وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ
"Puasa hari 'Asyura, sungguh aku berharap kepada Allah agar menghapuskan dosa setahun yang telah lalu." (HR. Muslim no. 1975).

Diriwayatkan dalam Shahihain, dari Ibnu ‘Abbas, Ibnu Umar, dan Asiyah bahwa Nabi Shallallaahu 'Alaihi Wasallam telah berpuasa ‘Asyura dan memerintahkan untuk berpuasa padanya. Ibnu Abbas Radhiyallahu 'Anhu pernah menceritakan tentang puasa Nabi Shallallaahu 'Alaihi Wasallam,

مَا رَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَحَرَّى صِيَامَ يَوْمٍ فَضَّلَهُ عَلَى غَيْرِهِ إِلَّا هَذَا الْيَوْمَ  يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَهَذَا الشَّهْرَ يَعْنِي شَهْرَ رَمَضَانَ
 “Aku tidak penah melihat Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam bersemangat puasa pada suatu hari yang lebih beliau utamakan atas selainnya kecuali pada hari ini, yaitu hari ‘Asyura dan pada satu bulan ini, yakni bulan Ramadhan.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Sertakan Puasa Satu Hari Sebelumnya (Tasu’a)
Disunnahkan untuk menambah puasa Asyura dengan puasa pada hari sebelumnya, yaitu tanggal Sembilan Muharram yang dikenal dengan hari Tasu’a. Tujuannya, untuk menyelisihi kebiasaan puasanya ahlul Kitab.
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas Radhiyallahu 'Anhuma, beliau berkata, “Ketika Rasulullah Shallallaahu 'Alaihi Wasallam berpuasa pada hari ‘Asyura dan memerintahkan para sahabat untuk berpuasa padanya, mereka menyampaikan, ‘Wahai Rasulullah, sesungguhnya hari itu adalah hari yang diagungkan oleh orang Yahudi dan Nashrani.’ Lalu beliau Shallallaahu 'Alaihi Wasallam bersabda, ‘Kalau begitu, pada tahun depan insya Allah kita berpuasa pada hari kesembilan’. Dan belum tiba tahun yang akan datang, namun Nabi Shallallaahu 'Alaihi Wasallam sudah wafat.” (HR. Muslim, no. 1916).
Imam al-Syafi’i dan para sahabatnya, Ahmad, Ishaq dan selainnya berkata, “Disunnahkan berpuasa pada hari kesembilan dan kesepuluh secara  keseluruhan, karena Nabi Shallallaahu 'Alaihi Wasallam telah berpuasa pada hari ke sepuluh dan berniat puasa pada hari kesembilan”.
Pada tahun ini (1435 H), Tasu’a dan ‘Asyura jatuh pada hari Rabu – Kamis besok, (13-14 November 2013). Mari kita hidupkan sunnah Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam ini dan mengambil bonus istimewa dari Allah untuk menghapuskan dosa setahun yang telah lalu. Wallahu A’lam. [PurWD/voa-islam.com]

Oleh : Badrul Tamam (http://www.voa-islam.com/islamia/ibadah/2013/11/12/27547/mari-berpuasa-tasua-asyura-pada-rabu-kamis-ini/)

Senin, 11 November 2013

Bershabar Ketika Menderita Sakit Akan Menghapus Dosa





Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda, yang artinya: “Janganlah kamu mencaci-maki penyakit demam, karena sesungguhnya (dengan penyakit itu) Allah akan menghapuskan dosa-dosa anak Adam sebagaimana tungku api menghilangkan kotoran-kotoran besi”. (HR. Muslim).

Oleh karena itu, tidak boleh bagi seorang mukmin mancaci-maki penyakit yang dideritanya, menggerutu, apalagi sampai berburuk sangka kepada Allah dengan musibah sakit yang dideritanya.

Semoga kita senantiasa menjadi pribadi yang bershabar akan segala masalah serta kesusahan yang menyapa kita. Aamiin Allahumma Aamiin.

Allah Maha Pengampun



"Wahai anak manusia, setiap kali engkau meminta kepada-Ku dan mengharap dari-Ku, maka Aku akan ampunkan bagimu apa yang telah lalu dan Aku tidak peduli betapapun besar dan banyaknya dosamu. Wahai anak manusia, seandainya dosa-dosamu mencapai setinggi langit, kemudian engkau meminta ampun kepada-Ku, maka Aku akan mengampunimu dan Aku tidak peduli. Wahai anak manusia, seandainya engkau datang kepada-Ku dengan membawa setumpuk dosa sebesar bumi, kemudian engkau berjumpa dengan-Ku tanpa menyekutukan Aku dengan sesuatu apapun, maka Aku akan memberikan ampunan sebesar bumi itu pula". (Hadits Qudsi Riwayat Turmudzi).

"Wahai anak manusia, setiap kali engkau meminta kepada-Ku dan mengharap dari-Ku, maka Aku akan ampunkan bagimu apa yang telah lalu dan Aku tidak peduli betapapun besar dan banyaknya dosamu. Wahai anak manusia, seandainya dosa-dosamu mencapai setinggi langit, kemudian engkau meminta ampun kepada-Ku, maka Aku akan mengampunimu dan Aku tidak peduli. Wahai anak manusia, seandainya engkau datang kepada-Ku dengan membawa setumpuk dosa sebesar bumi, kemudian engkau berjumpa dengan-Ku tanpa menyekutukan Aku dengan sesuatu apapun, maka Aku akan memberikan ampunan sebesar bumi itu pula" (Hadits Qudsi Riwayat Turmudzi) - See more at: http://www.dudung.net/artikel-islami/antara-ridha-dan-pasrah.html#sthash.H8kLd2RM.dpuf
"Wahai anak manusia, setiap kali engkau meminta kepada-Ku dan mengharap dari-Ku, maka Aku akan ampunkan bagimu apa yang telah lalu dan Aku tidak peduli betapapun besar dan banyaknya dosamu. Wahai anak manusia, seandainya dosa-dosamu mencapai setinggi langit, kemudian engkau meminta ampun kepada-Ku, maka Aku akan mengampunimu dan Aku tidak peduli. Wahai anak manusia, seandainya engkau datang kepada-Ku dengan membawa setumpuk dosa sebesar bumi, kemudian engkau berjumpa dengan-Ku tanpa menyekutukan Aku dengan sesuatu apapun, maka Aku akan memberikan ampunan sebesar bumi itu pula" (Hadits Qudsi Riwayat Turmudzi) - See more at: http://www.dudung.net/artikel-islami/antara-ridha-dan-pasrah.html#sthash.H8kLd2RM.dpuf
"Wahai anak manusia, setiap kali engkau meminta kepada-Ku dan mengharap dari-Ku, maka Aku akan ampunkan bagimu apa yang telah lalu dan Aku tidak peduli betapapun besar dan banyaknya dosamu. Wahai anak manusia, seandainya dosa-dosamu mencapai setinggi langit, kemudian engkau meminta ampun kepada-Ku, maka Aku akan mengampunimu dan Aku tidak peduli. Wahai anak manusia, seandainya engkau datang kepada-Ku dengan membawa setumpuk dosa sebesar bumi, kemudian engkau berjumpa dengan-Ku tanpa menyekutukan Aku dengan sesuatu apapun, maka Aku akan memberikan ampunan sebesar bumi itu pula" (Hadits Qudsi Riwayat Turmudzi) - See more at: http://www.dudung.net/artikel-islami/antara-ridha-dan-pasrah.html#sthash.H8kLd2RM.dpuf

Minggu, 10 November 2013

Mahabbah Cinta dan Rindu

Diantara malam dan pergantiannya dengan siang,
bila masih ada waktuku denganmu.
perjumpaanku denganmu.
pada suatu ketika.
dalam cinta suci.

Maka kan ku jabarkan tentang cinta yang ku punya,
Yang ku jaga sepenuh jiwa, sebaik-baiknya penjagaan.
tersimpan dalam pembendaharaan hati.

Demi Allah. Mahabbah cinta dan rindu.
Cinta yang Allah titipkan padaku, Untukmu.
Cinta perawan, yang utuh, tak tersentuh.

Ku serahkan padamu,
yang memiliki, karena-Nya.
Jagalah, cintailah aku.
Karena Allah.

Kamis, 07 November 2013

Munajah Rindu

Ya Allah, ku berpinta kepada-Mu
agar Kau tumbuhkan kecintaanku kepada-Mu
Karena hanya cinta kepada-Mu yang benar

Ya Allah, ku mohonkan pada-Mu
hati yang lapang, tenang lagi khusyu'
hindarkan waktuku dari kesia-siaan
berikanlah keberkahan dan kemanfaatan

Ya Allah, ku berdo'a pada-Mu
Hanya pada-Mu. Hanya pada-Mu.
Istiqamahkanlah hatiku di jalan-Mu.
Jangan Engkau bolak-balikkan lagi.

Kumerayu pada-Mu
dalam munajah rinduku
dalam kelemahan hatiku
dalam kerapuhan jiwaku
kokohkan iman didadaku
pegang erat tubuhku
Pada-Mu kubersimpuh
terimalah sujudku.

Perkenankanlah,
Pintaku, permohonanku,
rayuku dan do'aku.

Aamiin Allahumma Aamiin.