Tampilkan postingan dengan label Jejak Langkah Raudhah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jejak Langkah Raudhah. Tampilkan semua postingan

Senin, 03 Februari 2014

Selalu Ada Keajaiban

"Dan hendaklah kamu menyembah-Ku. Inilah jalan yang lurus." (QS. Yaasiin:61).

"Dan jikalau Kami menghendaki pastilah Kami rubah mereka di tempat mereka berada; maka mereka tidak sanggup berjalan lagi dan tidak (pula) sanggup kembali." (QS. Yasiin:67).

Jalan menuju bahagia, dunia akhirat.
Maha Baik, Maha Cinta, Maha Benar Allah.

Buku lama. Entah milik siapa. Allahu'alam.
Syukran bukunya. Semoga bermanfaat.
Qadarullah wa maa sya'a fa'ala.

 

Yuuk, Memulainya

Segalanya, tanpa terkecuali. Kalau sudah dijalani, akan terasa biasa-biasa saja. Malah luar biasa menyesal, kenapa tidak dari dulu-dulu?? sering kali begitu yak?

Segalanya, tanpa terkecuali. Tidak ada yang sulit, tidak ada yang rumit. Kalau tidak percaya tanya saja pada tokoh-tokoh yang sudah berpengalaman, karena yang tersulit itu pastinya adalah untuk "Memulainya".

Ketika sudah dijalani, ternyata tidak sesulit yang dibayangkan dan tidak pula serumit yang dikira. Jangan lagi tergoda untuk menunda-nunda, jangan. Allah membenci sifat yang suka menunda-nunda. Rasulullah pun tak menyukainya. Insya Allah selalu ada jalan, akan Allah mudahkan. Niatkan tulus, ikhlas menjalaninya, meraihnya Lillahi Ta'ala. Man jadda wajada.


Absolutely Lovely

Which the eyes are not Able to closed, if presented Heady is a dream. Maybe if every night-night is so, then no one wants to wake up from sleep. Absolutely lovely. However, it's all there just a dream world dear. While in fact, you are now there in the real world. Wake up, Realized. Waking up from a dream, and Realize that life is not always beautiful as a dream. It could be more beautiful. Absolutely lovely.

***
Mata mana yang tak mampu tuk berpejam, jika yang disuguhkan adalah mimpi yang memabukkan. Mungkin jikalau setiap malam-malamnya begitu, maka tidak ada seorang pun yang mau bangun dari tidurnya. Benar-benar indah. Namun, itu semua hanyalah dalam dunia mimpi sayang. bagaimanapun, Kenyataannya sekarang engkau berada dalam dunia nyata. Bangun, sadarlah. Bangun dari mimpimu, dan Sadarilah bahwa hidup ini tidak hanya selalu indah seperti dalam mimpi saja. Semuanya bisa jadi lebih-lebih indah. Benar-benar indah.


Jangan Mudah Berprasangka

Kita manusia, memang mudah sekali berkata-kata. Mudah sekali menyangka-nyangka. Mudahnya menduga-duga. Mudahnya kita menganggap orang lain pendosa sedangkan kita berasa sangat mulia, suci dari khilaf, silap, dan dosa-dosa. Mudahnya kita mengkafirkan sesama muslim, sedangkan kita berasa muslim sejati. Mudahnya kita mengatakan "Rugi shalat, rugi puasa, tapi tetap maksiat" padahal yang menentukan dan menerima segala amalan adalah Allah, Allah yang punya hak dalam menilai. Betapa mudahnya kita memvonis orang lain kan bertempat di neraka jahannam, sedangkan kita percaya diri akan masuk syurga. Belum tentu orang yang kita hujat itu bejat, belum tentu. Boleh jadi malah dia jauh lebih baik dari kita.

Bahkan, mudahnya kita membuka aib orang lain, masa-masa lalunya. Bahkan aib kita sendiri pun begitu bangganya kita buka-buka. Padahal, bukankah Allah telah memaafkan, mengampuni, Allah telah menutupnya, begitu pula bagi kita. Allah Maha Menerima Taubat hamba-Nya yang benar-benar kembali pada-Nya. Jadi jangan diungkit-ungkit lagi apa yang telah susah payah di usahakannya kini. Yang terpenting adalah dia sekarang, bukan yang dulu. Siapapun berhak berubah, hijrah kearah yang lebih baik. Ke jalan yang diridhai Allah. Allah saja menerima, siapa kita tak mau menerimanya??

“Siapa yang melepaskan dari seorang mukmin satu kesusahan yang sangat dari kesusahan dunia niscaya Allah akan melepaskan darinya satu kesusahan dari kesusahan di hari kiamat. Siapa yang memudahkan orang yang sedang kesulitan niscaya Allah akan memudahkannya di dunia dan nanti di akhirat. Siapa yang menutup aib seorang muslim niscaya Allah akan menutup aibnya di dunia dan kelak di akhirat. Dan Allah senantiasa menolong hamba-Nya selama hamba-Nya itu menolong saudaranya….” (HR. Muslim no. 2699).

Keangkuhan, kesombongan, keegoan kita mengalahkan akal sehat, memahakan nafsu, diperbudak olehnya. Hingga kurang hati-hati dalam menjaga mulut, mata, telinga, dan hati ketika berbicara, melihat, mendengar, merasa, dan memikirkan segalanya, berpikir sebelum bertindak.

Bila tak ingin disakiti, jangan menyakiti. Bila tak ingin dibenci, jangan membenci. Bila tak ingin dimusuhi, jangan memusuhi. Bila tak ingin dikhianati, maka jangan mengkhianati. Bila tak ingin ada yang marah, maka jangan membuat marah. Begitu pula, bila ingin dicintai, maka mencintailah.

Mungkin kita terlanjur lupa, bahwa ridha Allah dan hidayah-Nya bersifat rahasia, anjing yang najis saja bisa masuk syurga, pelacur yang hina sekalipun ternyata lebih dicintai Tuhan, dimasukkan pula ke Syurga hanya karena satu kebaikan, satu kebaikan saja. Tidak ada yang benar-benar kita ketahui, tidak ada sesiapun yang tau. Hanya Allah saja Yang Maha Tau.

Berprasangka baiklah, berhusnudzan.dengan begitu setidaknya kita terjaga dari dosa-dosa kecil maupun besar yang dtimbulkankan karena mudahnya kita menyangka-nyangka.

“Rabbighfirlii warhamnii wajburnii warfa'nii warzuqnii wahdinii wa'afinii wa'fu 'anni.”
Ya Tuhanku, ampunilah aku, rahmatilah aku, perbaikilah tutuplah aib-aibku, angkatlah derajatku, berilah aku rezeki, pimpinlah, berikanlah aku petunjukmu, (sehatkan) ‘afiatkanlah aku, dan maafkanlah aku.

“Allahumma a‘inni ‘ala dzikrika, wa syukrika, wa husni ‘ibadatika.”
Ya Allah, tolonglah aku untuk senantiasa dapat mengingat-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan beribadah untuk-Mu dengan baik.

Pendidikan Adalah Riyadhah dan Mujahadah

Pendidikan adalah riyadhah, meneguk manisnya ialah dengan setianya sang mujahadah memenuhi jiwa. Penuh dengan perjuangan dan pengorbanan. Perjalanan yang begitu panjang, rumit, sulit, dan begitu berat. Seberat tas ransel yang berisi 10 Kg, setiap harinya, dan itu belum seberapa bila dibandingkan dengan yang lain-lainnya. Berbagai godaan dan rintanganpun dengan ramahnya menyapa. Dengannya, keselesaan, ketenangan hati dan pikiran dengan mudah menelusup menyelesaikan berbagai problematika kehidupan yang ada.

Bijaksanalah, bersahabat dengannya. Jangan menghabiskan waktu pada hal-hal yang tiada menyenangkan, yang menyempitkan akal, hati dan pikiran. Hidup ini sudah sulit, rumit. Mudahkan, jangan persulit, jangan diperumitkan lagi. Riyadhah, mujahadah. Mari bersahabat.

Sabtu, 25 Januari 2014

Pertemuan

Nikmat apa lagi?????? :')
Dipertemukan dengan yang dicintai dan mencintai.
Selain darinya, tak ada yang lebih dinanti lagi, tak ada.
Jalinan pun semakin kuat mengikat mahabbah, dihati.
Alhamdulillah wa syukurillah.

♥♡♥Uhibbuki Fillah♥♡♥

Kehidupan Hati

"Kehidupan hati, adalah sumber dari segala kebaikan. Kematian hati, adalah sumber dari segala keburukan. Hati tidak bisa hidup dan sehat, kecuali dengan menjadikan ALLah Subhanahu Wa Ta'ala, sebagai Rabbnya, tujuan hidupnya, dan sesuatu yang paling dicintainya." (Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah).

Adalah sebuah pertanyaan, bila "Lupa" itu merupakan bagian dari nikmat ALLah, apakah "Lupa" termasuk tanda-tanda matinya hati dan tumpulnya pikiran?? Wallahu'alam.

Kelembutan

Kelembutan bukanlah kelemahan, justru disitulah terdapat rahiim, terciptanya kekuatan dan kasih sayang, serta melahirkan kecintaan bagi yang beruntung, beruntung dapat merasakan kelembutannya, dan lebih lagi bila dapat memilikinya.

Allah menyukai, mencintai kelembutan. Apalagi anak-anak manusia, pastilah luluh karenanya. Tak ada yang bisa menyangkal, tak ada yang bisa menolaknya. Karena siapapun menyukai, mencintai kelembutan. Tak ada yang benar-benar mampu menghindar, Menghindari segala kelembutan.

Berlaku lembutlah, apapun keadaannya. Rabbuna ma'ana. Insya allah.

Pada Masanya, Kita Adalah Sama

Secantik, setampan, sepintar, secerdas, sehebat, sesehat apapun anda sekarang, yang namun ketika tua kita pada masanya, semua adalah sama. Sama-sama tua. Kulit keriput, gigi ompong, mata rabun, pikun, berjalan tertatih-tatih, dan tak bisa dipungkiri penyakit pun dengan setianya menggerogoti tubuh.

Syukuri wahai diri, keadaanmu kini, hari ini. Dengan senantiasa menjaganya, merawatnya, mencukupi kebutuhan diri, baik tubuh maupun ruhiyah. Ketika kita bersyukur, bershabar menjalani dan menghadapi apapun yang terjadi, bagaimanapun keadaannya. Insya Allah, segalanya akan Allah mudahkan, Allah tambahkan lagi nikmat dan rahmat-Nya. Tiada yang melebihi atas kuasa-Nya, dalam kehidupan ini, Hanya Allah saja. Bi Iznillah.

Perjalanan Hidup

Dalam hidup ini, semuanya tergantung pada apa yang menjadi pilihan kita, apa yang kita yakinkan, dan apa yang meyakinkan kita. Bagaimana cara kita memilih,menentukan pilihan. Mau yang baik ataukah buruk, benar ataukah salah, halal ataukah haram. Semuanya berawal dan berakhir dari kita. Dari kita untuk kita, bukan yang lain.

Perjalanan masih terasa sangat panjang, Namun dekapan kematianpun terasa semakin mendekat. Nafas di ujung helaan, tersendat-sendat, terputus-putus. Adalah pilihan menikmatinya, menerimanya. Menjadikannya nikmat, dalam mengingat sehat sebelum sakit, lapang sebelum sempit. Lebih mendekat, lebih mengingat-Nya. Allah, Rabbuna Ma'anaa.

Sabtu, 14 Desember 2013

Semangat Hidupku

Dalam takdir cinta, Dari yang Maha Kuasa. Dalam perjalanan, 
dibawah naungan, dari yang Maha Kuasa, ke langit Syurga. 
Bila cinta bersemayam, terjawablah semua harap yang kulantunkan, 
bersama dalam Ridha-Nya.

Thanks for everything. 

Tak akan pernah mampu dan cukup tuk membalasnya.
Semangat hidupku, segalanya menjadi sempurna dengan kasihmu.

#Mamak #Bapak #Love.


11-12-2013

11-12-2013.

Tahun lalu, dibulan Desember juga.
Pernah ada harap tuk meng-istimewakan beberapa tanggal yang menurutku adalah "cantik".
Termasuk tanggal ini, 11-12-13. 


Dan hari ini, atas keizinan-Nya, tercapailah harap dan pinta yang pernah kulantunkan.
Alhamdulillah, kesyukuran ini, tetaplah tersemai, tertanam, dan tumbuh dengan subur didalam hati.
Aamiin Allahumma Aamiin.

Pertama dan Terakhir

Menjadi yang pertama, dan yang terakhir.. 
Memang selalu mendebarkan.. 

Ada rasa yang tak biasa disana, 
yang hanya bisa dirasa oleh hati, 
dengan kesungguhan dan penghayatan dijiwa..

Dan, Bismillah..
Mengatur langkah..
Melangkah menujumu..


Cinta Itu Sederhana, Bersamamu Adalah Sempurna

Aku mengerti, lebih dari mengetahui bagaimana rasanya. 
Karena aku dibesarkan bukan dengan kemewahan, 
bukan pula dengan pemenuhan segala harta benda.

Aku dibesarkan dalam kesulitan, yang di mudah-mudahkan. 

Dalam penantian, menunggu waktu dikabulkan satu permintaan dan harapan.
Dalam kesederhanaan, yang membahagiakan. Dalam airmata keharuan.
Dengan segenap kasih sayang, sepenuh cinta dan kerinduan.

Sehingga aku mampu berdiri tegak, setelah berkali-kali jatuh.
Mampu tersenyum dan tertawa, meski rasanya hati bergemuruh bagaikan langit runtuh.
Mampu bertahan meskipun seringkali di abaikan. Bisa menghargai walaupun diacuhkan bahkan dihina.
Bisa tetap memaafkan walaupun itu menyakitkan. Melupakan segala amarah dan rasa gila hormat.

"Setiap apa yang terjadi, yang berlaku. Biarlah yang baik-baik saja dari kita, dan yang buruk-buruk itu biarlah dari orang lain, jangan pernah dari kita. Jangan membalas yang buruk, balaslah dia dengan kebaikan. Maka kebaikan itu yang akan terus mengalir disepanjang hidupmu".

Begitulah aku ditempa, mereka memberikan pembelajaran yang tak akan pernah bisa didapatkan pada Universitas manapun. Sesuatu yang berharga, yang tak bisa dibandingkan dengan pelajaran manapun. Mereka, adalah guru besar. Dalam Universitas kehidupan ku.

Cinta itu sederhana, bersamamu adalah sempurna. Karena tanpamu, itulah kemiskinan dan penderitaan hidup. Tanpamu, tak akan pernah ada cerita, dan cacatlah seluruh alur kehidupan ini.

Alhamdulillah. Semoga Allah senantiasa melingkupinya dan menaunginya dengan penuh cinta,rahmat, dan keberkahan disepanjang usianya, serta diampuni segala dosa. Aamiin Allahumma Aamiin.

#Desember #Penuh #Cinta.
#Mamak #Bapak, #CutBang, #Love.


Pahit Manisnya Kehidupan

Kadang pahit, kadang manis, begitulah kehidupan.

Pahit, terkadang ia harus ditelan karena ia adalah obat. 

Obat bagi tubuh (badaniah) dan jiwa (ruhiyah). 
Dan manis, terkadang harus membuangnya.
Karena ia adalah racun bagi tubuh juga bagi jiwa.

Tubuh yang sakit, jiwa yang sakit,

cenderung tak bisa dengan sempurna ketika berhadapan dengan-Nya. 
Maka jagalah sehat, sebelum ia sakit.


Kekurangan dan Kesalahan Kita

Kekurangan dan kesalahan kita adalah, kita masih kurang yakin dan kurang bersungguh-sungguh. Percayalah, tanpa keyakinan, tanpa kesungguhan, maka segalanya akan terasa tawar dan hampa.

Tiada makna yang didapat, tidak sedikitpun tanpa kita mampu dan mau menghargainya.
Menetapkan, meski sudah ditetapkan. Jangan terburu-buru, apalagi oleh waktu.
Jangan pernah menghindari, apalagi lari dari realitas yang tlah tercipta.

Kun Fa Yakun, dan terimalah dengan lapang dada.
Sesungguhnya yang shabar dan yang bersyukur itu, akan Allah tambahkan Nikmat-Nya.
Dan dijadikan pula kekasih-Nya. Nikmat apalagi?? Sungguh, Allah bersama kita.

Innallaha 'Ala Kulli Syai-in Qadir.
Allah maha berkehendak atas segala sesuatu.


Kehilangan Waktu

Kehilangan waktu itu lebih susah dari kematian, karena kehilangan waktu membuatmu jauh dari Allah dan Hari Akhir, sementara kematian membuatmu jauh dari kehidupan dunia dan penghuninya saja. (Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah).

Dan mulai merasa kehilanganmu, waktu meninggalkan tanpa menunggu.

Ketika menunggumu, kenapa begitu lama?? sedangkan ketika aku mulai terburu, begitu sedikit waktumu. Kegelisahan pun mulai mendekap, kala persiapan kian mendekat namun tak kunjung siap.

Ya Allah, peluk aku.
Lebih erat, lebih dekat.

Jangan biarkan ku melemah dan terjatuh.
Engkau sebaik-baik perlindungan dan pertolongan.
Beri aku waktu, masa kini dan dan nanti.
Mudahkanlah segalanya. Aamiin.

Minggu, 24 November 2013

Ketetapan Allah, Takdir Kita



"Setiap bencana yang menimpa di bumi dan yang menimpa dirimu sendiri, semuanya telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami mewujudkannya. Sungguh, yang demikian itu mudah bagi Allah. Agar kamu tidak bersedih hati terhadap apa yang luput dari kamu, dan tidak pula terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong dan membanggakan diri." (QS. Al-Hadid: 22-23).

Tinta pena telah mengering, lembaran-lembaran catatan ketentuan telah disimpan. Setiap perkara telah diputuskan, dan takdir pun telah ditetapkan.
maka:

"Katakanlah (Muhammad), "Tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah bagi kami. Dialah pelindung kami, dan hanya kepada Allah bertawakkallah orang-orang yang beriman." (QS. At-taubah:51).

Jika keyakinan tersebut tertanam kuat pada jiwa dan bersemayam dalam hati kita, maka setiap bencana akan menjadi karunia. Setiap ujian menjadi anugerah, dan setiap peristiwa menjadi suatu penghargaan dan juga akan bernilai pahala nan keberkatan dari-Nya. Insya Allah, Bi Iznillah.

Alhamdulilah, tehadap mereka yang setia disisi. Menemani dalam suka dan duka, dalam tangis dan tawa, dalam canda maupun derai air mata. Adalah mereka, yang terbaik, orang-orang yang baik hati maupun jiwanya, yang Allah tetapkan, Allah pilihkan, hadirkan disisi. Bersyukur atas setiap pertemuan, maupun perpisahan yang dengan pasti dan nyata kejadiannya. Innallaha 'Ala kulli syai'in Qadir.

Terima kasih atas segala-galanya, dari setiap kasih maupun cinta yang tercurah, karena Allahu Ta'ala. Semoga hingga ke Jannah-Nya. Aamiin Allahumma Aamiin. Alhamdulillah wa syukurillah, Alhamdulillah 'Ala kulli Hal.

Ada dan Tiada, Bersyukurlah Wahai Diri..

Bersyukurlah wahai diri.. Maka Allah SWT Tambahkan Nikmat-Nya bagimu..


Ada dan tiada, banyak tidaknya, sekarang ataupun nanti. Syukuri bila ada, karena dengannya, menjadikan kita lebih bisa, lebih mampu, serta mempermudah ibadah kita kepada-Nya, menambah pundi-pundi pahala dengan keberkahan dari-Nya. 

Saat kita di uji dengan ketiadaan, bershabarlah, iringkan dengan kesyukuran. Karena bila pun ada, akan repot mempertanggung jawabkannya jika tidak sesuai dengan yang seharusnya. Berbaik sangkalah, terutama berbaik sangka kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Dengan-Nya, hati akan tenang.

Benarlah, sudah saatnya kita belajar menikmati setiap kesulitan, sama seperti bersyukurnya kita saat diberikan kemudahan. Karena semua hakikatnya dari Allah, dan pasti ada hikmahnya.

Sudah di penghujung bulan November. Tak terasa memang, anggap semua pertanyaan dan pernyataan adalah do'a. Semoga tak lama lagi, benar-benar tak lama. Aamiin Allahumma Aamiin.

Keep strong, smile, shabar, syukur, istiqamah, and hamasah.
Innallaha Rabbuna Ma'ana. Allhamdulillah 'Ala kulli Hal.

Senin, 18 November 2013

Indah dan Nikmatnya Penantian

Tika waktu berbuka, seteguk saja airnya mampu membasahi lorong tenggorokan dan melegakan urat-uratnya dari rasa haus sepanjang zaman. Begitu indahnya dan nikmatnya penantian. Maha Benar Allah dengan semua firman-Nya.

"Dzahabaz zhamaa-u wabtalatil 'uruqu wa tsabatal ajru insyaa Allah".
"Rasa haus telah hilang, kerongkongan telah basah, semoga pahala didapatkan. Insya Allah)" (HR. Abu Daud No.2357, Ad Daruquthni 2/401, dihasankan oleh Ibnu Hajar Al Asqalani di Hidayatur Ruwah, 2/232).

Ifthar Mubarak sahabat.. ^_^

(Senin, 11 November 2013)