Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Senin, 03 Februari 2014

Engkau, Shaliha

Laksana syurga didunia, pesona perhiasan dunia.
Berbinar indah pancarkan keindahan, kesucian dijiwa.
Terjaga dengan penuh cinta. Sejukmu, menentramkan jiwa.

Memaknai Kata

Memaknai kata, merangkai kalimat.
Harum wardah, wewangian kasturi.

Seiring jejak kaki melangkah, hiasilah.
Agar segalanya tampak begitu indah.
Tak hanya dimata, tapi juga dijiwa.

Benih Iman Pilihan

Benih-benih iman pilihan.
Azzamkan, semangatkan dia.

Biar tumbuh menjulang,
dan akarnya kuat mencengkram di tanah yang subur,
diperkarangan hati.

Membangun cinta,
hingga kekal sampai syurga.


Sabtu, 14 Desember 2013

Baiti Jannati, Rumahku Syurgaku



Bagiku rumah kita adalah syurga. 
Tempat yang paling kau rindukan, aku rindukan, ketika kita berjauhan, 
tanpa terlihat mata tapi terhubung dengan hati dan rasa.

Bagiku, rumah kita adalah syurga. 

Senantiasa mengingatnya tuk segera pulang 
dan segera tuk kembali dibawah naungan cintanya, 
menciptakan segala rasa yang tercipta, 
yang nyata manis dan keindahannya.

Bagiku, rumah kita adalah syurga.

Tempat kediaman yang mendamaikan dan menyejukkan hati (ruh) maupun raga (jasad) kita. 
Tempat kita kembali, dari segala kepenatan, keletihan, kelelahan, dan kejenuhan dunia.

Bagiku, rumah kita adalah syurga. 

Aku ingin menjadikannya syurga, syurga bagimu, juga bagiku. 
Dan engkau, jalan bagiku menuju syurga itu, syurga dunia dan syurga akhirat. 
Maka berjalanlah, bimbinglah kejalan-Nya, dijalan kebenaran, 
dijalan kebaikan, Jalan cinta-Nya.

Karena-Nya

Karena kita, masih disini.
Berada disini.

Diatas hamparan Bumi-Nya.
Dibawah naungan Langit-Nya.

Kemanapun, tujuan kita sama.
Baik datang, pulang, dan pergi.
Karena-Nya. Karena-Nya.

Bersamamu, Menatap Langit Cinta

Menatap langit yang sama, menjejak bumi yang sama.
Rinai hujan tertawakan segenggam asa yang kita punya.
Azzam dihati, terlanjur kokoh tuk terbalik, jatuh terjungkal.
Terlampau tegak bak karang tinggi nan menjulang.

Bersamamu, Adalah sebuah perjalanan di alam kerinduan.
Bersamamu, Adalah sebuah kenangan yang menggembirakan.


Minggu, 24 November 2013

Aku Bertahan

Aku bertahan,
dari teriknya sinar matahari yang panas
menghujam membakar kulitku,
dari setiap hempasan badai kata-kata
menerjang hatiku.

Tak peduli seberapa lelahnya raga ini,
lelahnya jiwa ini, lelahnya hati ini.

Karena lelahku,
tak sebanding dengan lelahmu sayang.

Namun, ketahuilah cinta.
Setiap titik peluh keringatmu,
semoga kelak bernilai dan berbuah syurga.

Selasa, 19 November 2013

Kasih Ibu

Bagi seorang perempuan,
bernama Ibu.

Anak adalah cahaya mata.
Bila ia menghilang dari pandangan,
Maka reduplah penglihatan, buta.

Bagi seorang perempuan,
bernama Ibu.

Anak, ialah belahan jiwa.
Bila ia menghilang dari sisi,
Maka lumpuhlah jiwa, gila.

Bagi seorang ibu,
Anak adalah segalanya.
Bagaimana dengan si Anak?
Adakah Ibunya adalah segalanya?

Seringlah mendengar,
Kasih Ibu sepanjang masa,
kasih anak sepanjang galah.
Tak salah, benar rasanya.

Namun, hanya anak yang shalih,
yang bisa mengasihi sepanjang waktu.
Menjadi penerang, penyejuk hati,
dengan lantunan do’a-do’anya.

Senin, 18 November 2013

Rindu Pada-Mu



Meskipun hanyalah sisa-sisa saja, setiap kepingnya adalah berarti.
Bertanya-tanya kenapa, adalah jawabannya mungkin ini atau itu.
Sama saja menduga-duga, berprasangka atas sesuatu yang tak pasti.
Dan ku tau Engkau tak sukai itu, melangkahi ketentuan-Mu.
Maka ku tinggalkannya, ku jauhi, tak ku sentuh lagi.

Hanya bisa tersenyum, semoga cepat terselesaikan (segalanya).
Rindu menatap indahnya wajah-Mu, bilakah waktunya pulang.
Karena perjumpaan, hanya dengan-Mu.
Sebenar-benarnya ketenangan.

Jadikan aku kekasih-Mu, walau memang kurasa tak pantas.
Berada di Jannah-Mu, bersama-Mu, bersama Kekasih-Mu.
Namun harapanku pada-Mu tak pernah pupus dan hilang.
Karena Engkau, selalu tepati, tak pernah ingkari janji.
Bersandar dihati, pada-Mu yang ku rindui.

Malang, 18 November 2013. 08.50 WIB.

Sabtu, 16 November 2013

Hujan



Hujan mulai tak lagi mengenal tanah
Hujan mulai tak lagi membasahi tanah

Tanah kian kering kerontang,
Bagian-bagiannya tlah hilang

Hujan tak lagi mengalir deras
Hujan tak lagi mengairi sawah-sawah
Hujan tak lagi mengenai rumput basah

Hujan terhalang, ia tertahan
Tertahan oleh ribuan sampah-sampah plastik
Tertahan oleh milyaran gedung nan mewah dan megah

Mereka penghalangnya (atau mungkin itu adalah kita)!!
Manusia-manusia yang semakin kerdil dalam berpikir
Manusia-manusia yang mengutamakan logika dari rasa

Wajah-wajah bertopeng empati kemiskinan
Manalah mungkin kan berkembang menjadi kesejahteraan??
Wajah-wajah tamak nan serakah itu hanya perdulikan uang
Uang, uang, dan uang
Hanya uang saja

Dan ribuan, jutaan, milyaran nyawa melayang
Dari gas, batu-bara, minyak, bijih besi, intan
Emas-emas yang berhasil mereka dulang

|Barabung, Thursday 03 May 2012 (01.44 WIB)|

Minggu, 10 November 2013

Mahabbah Cinta dan Rindu

Diantara malam dan pergantiannya dengan siang,
bila masih ada waktuku denganmu.
perjumpaanku denganmu.
pada suatu ketika.
dalam cinta suci.

Maka kan ku jabarkan tentang cinta yang ku punya,
Yang ku jaga sepenuh jiwa, sebaik-baiknya penjagaan.
tersimpan dalam pembendaharaan hati.

Demi Allah. Mahabbah cinta dan rindu.
Cinta yang Allah titipkan padaku, Untukmu.
Cinta perawan, yang utuh, tak tersentuh.

Ku serahkan padamu,
yang memiliki, karena-Nya.
Jagalah, cintailah aku.
Karena Allah.

Kamis, 07 November 2013

Munajah Rindu

Ya Allah, ku berpinta kepada-Mu
agar Kau tumbuhkan kecintaanku kepada-Mu
Karena hanya cinta kepada-Mu yang benar

Ya Allah, ku mohonkan pada-Mu
hati yang lapang, tenang lagi khusyu'
hindarkan waktuku dari kesia-siaan
berikanlah keberkahan dan kemanfaatan

Ya Allah, ku berdo'a pada-Mu
Hanya pada-Mu. Hanya pada-Mu.
Istiqamahkanlah hatiku di jalan-Mu.
Jangan Engkau bolak-balikkan lagi.

Kumerayu pada-Mu
dalam munajah rinduku
dalam kelemahan hatiku
dalam kerapuhan jiwaku
kokohkan iman didadaku
pegang erat tubuhku
Pada-Mu kubersimpuh
terimalah sujudku.

Perkenankanlah,
Pintaku, permohonanku,
rayuku dan do'aku.

Aamiin Allahumma Aamiin.